Sepanjang periode tersebut, Osi tidak bisa melanjutkan sekolahnya di kelas 8. Setelah proses medisnya selesai, Osi ingin kembali ke bangku sekolah. Apalagi teman-temannya kini sudah di kelas 9, sedangkan Osi masih harus melanjutkan pendidikan yang tertinggal.

Kendati begitu, bukan hal mudah melanjutkan pendidikan bagi Osi. Berasal dari keluarga prasejahtera dengan ayah tidak bekerja karena sakit dan ibu buruh pemetik teh, Osi kesulitan mengakses kaki palsu. Peralatan medis ini diperlukan untuk membantunya beraktivitas.

Osi rutin membantu ibunya menjual gorengan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Biasanya Osi menjual gorengan sesuai jadwal masuk dan libur sekolah yang tidak jauh dari rumahnya di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.