"Hasil pengamatan visual memperlihatkan bahwa erupsi masih terjadi, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati secara jelas," ungkapnya.

Lana menjelaskan, pada periode pengamatan yang sama, rekaman kegempaan mencatat 1 kali gempa erupsi, 6 kali gempa hembusan, 3 kali gempa atau low frequency, 5 kali gempa atau hybrid/fase banyak, gempa tremor menerus, 1 kali gempa vulkanik dangkal/dalam, serta 3 kali gempa tektonik jauh.

"Energi aktivitas vulkanik yang tecermin dari perataan amplitudo RSAM atau Real-time Seismic Amplitude Measurement, berada pada kondisi berfluktuasi dengan tingkat energi rendah. Sementara itu, data tiltmeter di Stasiun Tanjung dan Lava93 menunjukkan pola mendatar sebagai indikasi kondisi konstan, tanpa adanya peningkatan maupun penurunan tekanan yang signifikan," jelasnya.

Seperti diketahui, satu episode erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dinyatakan telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Sejak berakhirnya erupsi menerus tersebut hingga 10 September 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat telah terjadi 13 kali erupsi Strombolian.