"Kembalinya karakteristik erupsi Strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang berlangsung cukup panjang. Secara umum, data kegempaan menunjukkan tren penurunan aktivitas. Meskipun demikian, dinamika vulkanisme terus dipantau secara intensif karena probabilitas terjadinya letusan pada periode mendatang masih tergolong tinggi," terangnya.
Ancaman bahaya utama saat ini berasal dari lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, disamping potensi aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga 10 September 2026, tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau ditetapkan tetap berada pada Level III atau siaga," ucapnya.
"Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diharapkan tetap tenang dan tidak memercayai isu-isu tidak bertanggung jawab mengenai erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari BPBD setempat. Informasi resmi dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi," pungkasnya.