Lantas, mengapa masih ada abu vulkanik setelah erupsi menerus berhenti?

Survei Geologi AS (USGS) dalam laman resminya menjelaskan, setelah serangkaian erupsi penghasil abu vulkanik berakhir, angin dan aktivitas manusia dapat mengaduk abu yang jatuh selama berbulan-bulan.

Lebih lanjut, campuran partikel batu dan silika ini dapat terbawa angin sejauh ribuan kilometer. Karena itu, keberadaan abu vulkanik dapat dirasakan warga yang tinggal berjauhan dengan gunung yang telah erupsi tersebut.

USGS menjelaskan, abu vulkanik yang telah jatuh ke lingkungan bisa bergerak lagi dan terendap karena bercampur dengan cukup air, di samping bisa terkikis.