Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Anak Krakatau Sudah Tidak Erupsi Menerus, Kenapa Masih Ada Abu Vulkanik?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi per Senin, 14 September 2026 pukul 07.00 WIB. Data diper
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 15 September 2026 pukul 02:28 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Abu vulkanik halus yang telah jatuh juga bisa kembali terbawa angin. Kondisi ini khususnya dapat terjadi di daerah kering dan berangin.
Terbawanya abu vulkanik oleh angin juga dipengaruhi oleh faktor tanah kering tempat abu jatuh. Abu yang terangkat juga dapat menjadi awan abu, yang bisa teramati langsung atau melalui satelit.
Jika abu vulkanik masih ada, berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan:
Jika abu vulkanik sudah berhenti menyebar, coba tips ini:
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.