Prof. Aman menjelaskan kromosom perempuan normal memiliki 46 kromosom dengan susunan XX, sedangkan laki-laki memiliki 46 kromosom dengan susunan XY.
Gangguan kromosom dapat berupa jumlah kromosom 45 atau bentuk mosaik, yakni terdapat persentase sel dengan kondisi kromosom yang berbeda meskipun jumlah kromosomnya 46.
Apabila ditemukan gangguan kromosom, langkah berikutnya, termasuk kebutuhan terapi, perlu dibahas bersama dokter sesuai kondisi anak. Ia menyebut anak dengan gangguan tersebut dapat memperoleh hormon untuk pubertas dan hormon yang berkaitan dengan emosi pubertas.
"Standar Operasional Prosedur di seluruh dunia sama semua. Mau anak perempuan itu cucu Trump, cucu Putin, sama. Jadi jangan dikatakan karena kita tinggal di Indonesia, gen kita berbeda, gen kita ini itu, tidak ada, ketika anak perempuan, gangguan pertumbuhannya, ini harus dicek kromosomnya," tambahnya,