NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Dia menilai kasus tersebut sudah termasuk operasi makar.
Menurutnya, permainan politik yang selama ini dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah mencapai akhir. Dia menyebut adanya sandiwara loyalitas ganda dan instabilitas politik yang tak terlepas dari operasi politik Jokowi.
"Selesai the end the game and the theory, the end game theory permainannya Solo sudah menurut saya sudah tuntas sih, sudah berakhir the end game. Bahwa sandiwara loyalitas ganda dan kacau balau-nya instabilitas politik tidak terlepas dari operasi-operasi politik dari geng Solo ini gitu," kata Pangi kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Pangi mengatakan dugaan penyadapan ini memberatkan posisi Jokowi. Terlebih, saat ini juga tengah bergulir putusan MA dan MK mengenai surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka.
"Kategori tidak memenuhi syarat ya karena suketnya udah dibumi hanguskan oleh MA kan dan tidak berlaku. Nah, ditambah lagi beratnya persoalan ini. Geng Solo ternyata yang menjadi pengkhianat gitu, tidak loyal kan terhadap Presiden Prabowo," paparnya.
Pangi kemudian mengaitkannya dengan tuduhan kudeta dan makar yang pernah disampaikan pada masa pemerintahan Jokowi terhadap sejumlah tokoh oposisi. Salah satunya, kepada Syahganda Nainggolan.