"Lava fountain itu merupakan sebuah hal yang wajar, dia keluar karena ada tekanan sehingga material-material dari gunung api itu kemudian keluar semua bersama erupsi Anak Krakatau," jelasnya.
Selain semburan material, aktivitas erupsi juga dapat menimbulkan suara dentuman dan getaran. Adi mengatakan kedua fenomena tersebut kemungkinan berkaitan dengan proses keluarnya magma, material vulkanik, dan gas dari kawah.
"Memang kalau dilihat dari waktunya, kemungkinan besar ada hubungannya (dentuman dan getaran dengan erupsi Anak Krakatau)," katanya.
"Ketika pertama kali erupsi Gunung Api Krakatau itu terjadi dan dentumannya itu kemudian merambat ke udara secara akustik, kemudian dia sampai di daerah-daerah di mana ada gelombang inversi dan kemudian terkonsentrasi suara (dentuman) itu dan termanifestasi dalam sebuah bentuk dentuman keras," terang Adi.