NADIKABAR.COM — Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah. Aktivitas tersebut menarik perhatian masyarakat, terutama setelah video semburan lava fountain atau air mancur lava saat erupsi tersebar di media sosial.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung secara terus menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam. Sejumlah warga juga melaporkan adanya suara dentuman dan getaran yang terasa hingga ke beberapa daerah.
Ketua Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Adi Maulana menjelaskan bahwa erupsi merupakan bagian dari aktivitas normal Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu gunung api aktif. Fenomena ini terjadi akibat penumpukan volume gas dan magma yang menimbulkan tekanan kuat, sehingga mendorong magma naik ke permukaan.
"Jadi, sebenarnya fenomena yang terjadi, terutama beberapa hari belakangan ini (erupsi Gunung Anak Krakatau) kalau dari sisi Sains, terutama Geologi, itu fenomena normal," ujar Adi Maulana kepada NadiKabar, Minggu (7/9).
Menurutnya, tekanan tersebut kemudian membuat material dari dalam gunung api keluar ke permukaan. Salah satu bentuknya dapat terlihat sebagai lava fountain, yakni semburan magma pijar yang keluar secara berulang atau terus-menerus dari kawah.