Andovi yang memerankan karakter politikus bernama Jonas Prakoso itu menceritakan kejelian Anies Baswedan melampaui dugaannya. Tokoh publik tersebut bahkan sudah mengetahui arah sindiran politik sebelum dialog selesai diucapkan di layar lebar.

"Ada beberapa momen kayak Pak Anies, bahkan sebelum karakter gua ngomong, dia sudah ngomong duluan karena dia sudah tahu referensi dan easter egg-nya. Jadi luar biasa," ujar Andovi.

Film garapan sutradara Fajar Nugros itu mengusung genre drama komedi satir yang mengangkat intrik panggung pemilihan kepala daerah. Andovi menegaskan berbagai kemiripan cerita dengan dinamika politik nyata semata-mata dihadirkan sebagai refleksi moral, bukan bentuk kampanye atau dukungan kepada figur tertentu.