"Padahal saya sudah ngomong, ini film tidak mendukung siapa-siapa. Pada intinya ngomongin soal kejujuran. Dan hampir semua hal nasional, daerah, lokal, Jakarta, itu realita atau memori-memori peristiwa ada di film," tuturnya.

Anies Baswedan membenarkan terbawa suasana saat menyaksikan pergulatan batin karakter utama yang mendadak tidak dapat berbohong. Ia mengaku antusias menebak respons yang akan keluar dari karakter Jonas di setiap adegan krusial.

"Ketika Jonas menahan mulut ketika dia harus ngomong, saya tuh lagi juga sambil nebak, kira-kira dia ngomongnya apa. Karena kompleksitas masalah yang ada di benak dia itu, saya ngebayangin apa yang akan keluar dari mulutnya. Tapi yang jelas, dari awal sampai akhir, I enjoy the movie," ujar Anies Baswedan.