NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyambut baik 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan pemerintahan Prabowo sudah berada di jalan yang benar.

"Secara prinsip kami dari Gerindra menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo di jalan yang benar, Presiden Prabowo membenahi fundamental Indonesia," kata Andre kepada wartawan di DPR RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Andre mengatakan salah satu yang dibenahi Prabowo yakni persoalan ketidakadilan sumber daya alam. Dia menyebut kebijakan Prabowo banyak mengganggu orang-orang yang menikmati ketidakadilan tersebut.

"Mulai persoalan ketidakadilan sumber daya alam kita sehingga memang banyak menyerempet membuat orang yang selama ini menikmati kekayaan alam Indonesia itu terganggu, Presiden keluarkan kebijakan DSI dan DHE, sehingga kita lihat banyak sekali oligarki, konglomerasi, yang terganggu karena kebijakan ini," ucap dia.

Kemudian, Andre mengungkap capaian Prabowo di swasembada pangan. Dia menyebut sudah ada bukti konkret atas capaian Prabowo ini seperti swasembada 8 kebutuhan pokok hingga harga pupuk murah.

"Ini ditunjukkan dengan hasil yang konkret di mana saat ini kita sudah berswasembada 8 kebutuhan pokok, dengan kebijakan nyata dan konkret bagaimana Presiden memberikan kebijakan yang berpihak kepada pupuk Indonesia sehingga pupuk Indonesia bisa produksi pupuk di mana masyarakat bisa mendapatkan pupuk lebih murah 20%, bahkan tidak ada kelangkaan pupuk, bahkan kita mulai ekspor pupuk ke luar negeri," ujarnya.

Lebih lanjut, Andre juga menyampaikan capaian Prabowo di bidang energi. Dia menyebut kebijakan B50 Prabowo membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar.

Dia juga menyampaikan capaian di sektor pendidikan. Sudah 80 ribuan sekolah yang diperbaiki hingga didirikannya sekolah rakyat untuk rakyat miskin.

"Termasuk keberpihakan ke dunia pendidikan bagaimana Presiden memperbaiki 80 ribu sekolah sekolah yang rusak di pelosok Indonesia diperbaiki Presiden dan juga membangun Sekolah Rakyat di mana Sekolah Rakyat ini Presiden memastikan masyarakat yang miskin ekstrem anaknya bisa sekolah," jelas Andre.

"Pertanyaan masyarakat kenapa tidak di sekolah biasa? Saya ingin sampaikan banyak sekali kalau tidak di-asramakan di Sekolah Rakyat anak-anak miskin ekstrem itu akan ikut orang tuanya mencari nafkah sehingga tidak fokus lagi bersekolah, nah pemerintah ingin untuk mengubah nasib satu keluarga tentunya melalui pendidikan, dan Sekolah Rakyat bagian dari cara Presiden Prabowo mengubah nasib keluarga keluarga miskin," lanjutnya.

Andre juga bicara mengenai program MBG. Dia menyebut MBG masih diperlukan olah siswa bahkan orang tua di daerah. Namun ia memastikan pemerintah juga mendengar kritik dari masyarakat perihal program ini.

"Tentu pemerintah tak menutup diri dengan masukan dan kritik, ini tentu sejak zaman Mbak Nanik S Deyang sudah 1.200 SPPG yang ditutup, zaman Mas Dar sudah ada 2.000, pemerintah terus berbenah memperbaiki sehingga MBG benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat," tutur dia.