"Termasuk keberpihakan ke dunia pendidikan bagaimana Presiden memperbaiki 80 ribu sekolah sekolah yang rusak di pelosok Indonesia diperbaiki Presiden dan juga membangun Sekolah Rakyat di mana Sekolah Rakyat ini Presiden memastikan masyarakat yang miskin ekstrem anaknya bisa sekolah," jelas Andre.
"Pertanyaan masyarakat kenapa tidak di sekolah biasa? Saya ingin sampaikan banyak sekali kalau tidak di-asramakan di Sekolah Rakyat anak-anak miskin ekstrem itu akan ikut orang tuanya mencari nafkah sehingga tidak fokus lagi bersekolah, nah pemerintah ingin untuk mengubah nasib satu keluarga tentunya melalui pendidikan, dan Sekolah Rakyat bagian dari cara Presiden Prabowo mengubah nasib keluarga keluarga miskin," lanjutnya.
Andre juga bicara mengenai program MBG. Dia menyebut MBG masih diperlukan olah siswa bahkan orang tua di daerah. Namun ia memastikan pemerintah juga mendengar kritik dari masyarakat perihal program ini.
"Tentu pemerintah tak menutup diri dengan masukan dan kritik, ini tentu sejak zaman Mbak Nanik S Deyang sudah 1.200 SPPG yang ditutup, zaman Mas Dar sudah ada 2.000, pemerintah terus berbenah memperbaiki sehingga MBG benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat," tutur dia.