NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan anggaran program Satu Orang Satu Rekening turun menjadi sebesar Rp1,28 triliun, dari rencana anggaran awal sekitar Rp3,84 triliun.

Airlangga menjelaskan perubahan anggaran tersebut berkaitan dengan penyisiran dan pemadanan data calon penerima program, yakni masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank dan masuk kelompok desil 1 hingga 4.

"Ya, kita karena jumlahnya kan kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening. Kita crossing data-nya (cek lagi) dicoklit (pencocokan dan penelitian)," ujar Airlangga dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10)

Ia menyebut terbaru pemerintah telah memiliki data calon penerima dan menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,28 triliun.

"Sudah ada (data calon penerima). Makanya, anggarannya sekitar Rp1,28 berapa triliun, tuh," terangnya.