Menurut keterangan keluarga, kondisi Gustina mulai terjadi setelah ia menjalani operasi usus buntu sekitar 10 tahun lalu.
Keluarga menduga hal itu berkaitan dengan pemberian dosis obat bius yang berlebihan. Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui rekam medis dan keterangan tenaga kesehatan yang menangani Gustina.
Di tengah suasana haru tersebut, Andre juga menaruh perhatian kepada Gustian. Adik Gustiana itu baru berusia sekitar satu tahun ketika sang kakak mulai mengalami kondisi tersebut.
Selama bertahun-tahun, Gustian tumbuh tanpa bisa berkomunikasi dengan Gustina seperti halnya dengan anggota keluarga lainnya.
"Sayang kakak, ya," kata Andre kepada Gustian.
Ucapan Andre itu menggambarkan perhatian terhadap perjuangan seorang adik yang berusaha mencari pertolongan bagi kakaknya.
Meski masih berusia 11 tahun, Gustian memberanikan diri menghampiri Andre di tengah kunjungan bedah rumah. Ia berharap ada jalan bagi Gustina untuk memperoleh penanganan medis.
Andre kemudian memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga Gustina. Ia juga menyampaikan rencana untuk membantu mengupayakan agar Gustina dibawa ke rumah sakit.
"Ini ada uang Rp10 juta, ya, untuk urus-urus kakak," kata Andre.
Ibu Gustina, Kartina (53), sempat mengungkapkan kesulitan keluarga dalam merawat anaknya. Membawa Gustina ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari bukan perkara mudah bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.
Mendengar hal tersebut, Andre berusaha menenangkan Kartina.
"Ini tadi saya kasih Rp10 juta. Ini pegang sama Ibu, untuk biaya hidup. Nah, ini bawa ke rumah sakit, nanti kami urus. Jadi Ibu tenanglah," ujar Andre.