Andre juga meminta Kartina agar tetap tenang. Ia mengapresiasi keberanian Gustian yang datang meminta pertolongan demi kakaknya.
"Anak Ibu benar hebat," kata Andre didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Wahyu Hidayat.
Kartina tak kuasa menahan haru. Ia berkali-kali menyampaikan terima kasih kepada Andre atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.
"Terima kasih banyak, Pak Andre," ungkap Kartina dengan suara penuh haru.
Ayah Gustina, Saripudin (69), bekerja sebagai pelayan lepas dengan ikut bekerja kepada orang lain. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, penghasilannya bergantung pada ketersediaan pekerjaan.
Dari rumahnya, dia harus berjalan kaki ke pantai di Ulak Karang atau Air Tawar dan Tabing yang jaraknya belasan kilometer.
Sementara itu, Kartina berusaha membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan mencari sayur dan lokan. Kehidupan keluarga yang serba terbatas membuat perawatan Gustina menjadi beban berat yang harus mereka hadapi selama bertahun-tahun.
Keluarga tersebut tinggal di Komplek Asabri Blok B1 Nomor 17, RT 004/RW 002, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka terus berusaha merawat Gustina dengan kemampuan yang ada.
Kunjungan Andre yang semula bertujuan meninjau bedah rumah warga akhirnya mempertemukannya dengan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian.
Setelah mendengar permohonan Gustian, Andre datang melihat langsung kondisi Gustina, memberikan bantuan Rp10 juta, dan menyampaikan komitmen untuk membantu mengupayakan pengobatan ke rumah sakit.
Bagi Gustian dan kedua orang tuanya, perhatian tersebut bukan hanya tentang bantuan uang, melainkan juga harapan agar Gustina dapat memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis yang lebih memadai setelah bertahun-tahun terbaring tak sadarkan diri.