NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau lokasi bekas banjir bandang di kawasan Lubuk Minturun, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Ia memastikan adanya percepatan penanganan sungai dan pemulihan pascabanjir bandang pada November 2025 dan Oktober 2026.

Tinjauan tersebut dilakukan Andre bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWSS) V Padang Reski Wahyudi dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Isa Doenik,

Dalam peninjauan tersebut, Andre menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat penanganan sungai di Kota Padang. Langkah ini mencakup pengerukan sedimentasi, penguatan tebing sungai, pembangunan jalan inspeksi, serta penyiapan infrastruktur pengendali material banjir di kawasan hulu.

"Alhamdulillah, pekerjaan sudah berjalan. Teman-teman bisa melihat bagaimana di kawasan ini BWSS V mengerahkan alat-alatnya. Ada 30 alat yang sedang bekerja di Kota Padang saat ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah Presiden Prabowo dan juga Pak Menteri PU," kata Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Andre menyampaikan Kementerian PU telah menyiapkan anggaran sekitar Rp782 miliar untuk penanganan sungai di Kota Padang, dari total anggaran Rp4,3 triliun yang disebutnya disiapkan untuk penanganan infrastruktur terkait. Sementara itu, data rehabilitasi dan rekonstruksi BWSS V Padang mencatat alokasi Rp782,54 miliar untuk Kota Padang yang terbagi dalam lima paket pekerjaan.

Andre juga menjelaskan sekitar Rp 249 miliar di luar sektor irigasi disiapkan untuk normalisasi sungai-sungai terdampak di Kota Padang.

"Percepatan normalisasi sedang berjalan. Sedimentasi harus diangkat dan tebing sungai diperkuat. Selain itu, BWSS V juga akan membangun jalan inspeksi. Ini juga bisa membuka akses bagi masyarakat," ujar Andre.