Reski menyebut pekerjaan di hulu Lubuk Minturun juga dipersiapkan secara paralel. Peralatan telah dikerahkan dan pekerjaan direncanakan segera dimulai. Pihaknya juga meminta dukungan masyarakat, terutama dalam penyelesaian persoalan sosial dan kebutuhan lahan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Salah satu kendala di lapangan adalah keterbatasan lokasi untuk menempatkan material hasil pengerukan. BWSS V bersama Pemerintah Kota Padang mencari titik-titik terdekat yang dapat digunakan agar proses normalisasi tidak terhambat.

Selain itu, BWSS V masih melakukan pendataan dan pemetaan lahan serta rumah warga yang berpotensi terdampak. Menurut Reski, penanganan awal difokuskan pada titik rawan yang berisiko melimpas apabila tebing atau tanggul tidak mampu menahan aliran air.

Data progres penanganan tanggap darurat BWSS V yang diperbarui per 15 Oktober 2026 mencatat pekerjaan perkuatan tebing di Kota Padang telah mencapai 100 persen, yakni 6.128 meter dari target 6.128 meter. Sementara itu, perbaikan alur sungai mencapai 93 persen atau 13.626 meter dari target 14.705 meter.

Capaian tersebut merupakan progres penanganan tanggap darurat dan berbeda dari paket rehabilitasi serta rekonstruksi yang tercantum dalam rekapitulasi anggaran.

Andre menegaskan, percepatan pemulihan membutuhkan kesinambungan pekerjaan dan koordinasi seluruh pihak. Melalui normalisasi sungai, penguatan tebing, serta rencana pembangunan check dam di kawasan Air Dingin, penanganan di Lubuk Minturun diharapkan dapat memperkuat upaya pengurangan risiko banjir bandang di Kota Padang.