Ramadhani mengatakan, ruas tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat karena pembangunannya terhenti sejak 2012. Karena itu, dukungan anggaran pemerintah pusat dinilai menjadi momentum penting untuk melanjutkan pembangunan yang diharapkan membuka kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan pekerjaan akan melalui proses pemilihan penyedia dan direncanakan menggunakan skema multiyears. Pekerjaan itu ditargetkan dimulai paling lambat November 2026 dan selesai sekitar Juni 2027.
Elsa menyebut kebutuhan akhir Jalan Lingkar Utara sebenarnya mencapai empat lajur. Namun, karena keterbatasan anggaran Inpres Jalan Daerah, pembangunan saat ini dilakukan terlebih dahulu untuk dua lajur atau satu jalur.
Andre menegaskan, pembangunan tidak hanya dilihat dari fisik jalannya, tetapi juga manfaat yang akan muncul setelah akses tersebut tersambung. Menurut politikus Gerindra ini yang paling penting adalah konektivitas terbuka sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat bergerak.
"Yang penting tembus. Ekonomi berjalan. Ekonomi bergerak. Terima kasih Bapak Presiden," imbuh Andre.