Atom oksigen terkunci membentuk struktur kristal yang kaku, sedangkan hidrogen dapat bergerak bebas di dalamnya. Kondisinya menyerupai cairan yang bergerak melalui kerangka padat.

Peneliti kemudian meningkatkan suhu dan tekanan. Pada tekanan 219 gigapascal dan suhu sekitar 2.350 derajat Celsius, atom oksigen tersusun ulang menjadi pola tumpukan heksagonal.

Struktur tersebut sebelumnya sudah diprediksi secara teori, tetapi belum pernah diamati secara jelas melalui eksperimen laboratorium.

Temuan ini juga dinilai penting untuk memahami kondisi planet Uranus dan Neptunus. Kondisi ekstrem yang diperlukan untuk menghasilkan es tersebut diperkirakan terdapat jauh di dalam kedua planet raksasa es itu.