NADIKABAR.COM β€” Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unggul Priyanto mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi melalui penghematan listrik, pemanfaatan transportasi umum dan penggunaan peralatan rumah tangga yang lebih efisien untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan itu di Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan penghematan energi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mematikan lampu ketika tidak digunakan dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Penghematan energi itu luas. Contoh yang paling gampang mematikan lampu ketika tidak kita pakai, kemudian berusaha menggunakan transportasi publik, kereta api, bus," katanya setelah Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang digelar DEN bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di Fakultas Teknik Unsoed, Blater, Kabupaten Purbalingga.

Menurut dia, penggunaan transportasi umum tidak hanya membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, juga menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan peralatan rumah tangga berbasis listrik, seperti kompor listrik atau induksi, sepanjang pasokan listrik memadai dan penggunaannya sesuai kebutuhan.

Ia mengatakan langkah tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap liquefied petroleum gas (LPG), yang sebagian besar kebutuhan nasionalnya masih dipenuhi melalui impor.

β€œLebih dari 80 persen kebutuhan LPG Indonesia berasal dari impor sehingga gangguan pasokan dapat berdampak terhadap ketersediaan energi untuk rumah tangga maupun sektor usaha,” katanya.

Menurut dia, upaya efisiensi energi perlu berjalan beriringan dengan diversifikasi sumber energi dan pengembangan energi terbarukan agar ketahanan energi nasional semakin kuat.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kebijakan energi nasional, termasuk manfaat penggunaan energi nonfosil dan langkah-langkah mengurangi konsumsi energi yang tidak diperlukan.

β€œMelalui perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan konsumsi energi sekaligus mendukung penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Unggul.