NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Energi Nasional M. Kholid Syeirozi menilai bisnis minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia masih memiliki prospek cukup baik dan jauh dari kata senjakala.
"Dengan prospek bisnis migas yang belum masuk fase senjakala, memberi peluang besar Indonesia menjadi negara maju di 2045," ucap Kholid dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.
Demikian disampaikannya dalam kegiatan diskusi buku "Senjakala Industri Migas; Migas dan Pembangunan Indonesia 1899-2023 dan Seminar Tata Kelola Energi" yang dilaksanakan Rumah Energi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu.
Sementara, Sekjen Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan Andang Bachtiar dalam diskusi itu menyatakan Provinsi Kepulauan Riau memiliki aset migas yang sangat besar di Laut Natuna.
Namun, kata dia, sampai saat ini proses eksplorasi migas di Blok Natuna belum berjalan optimal karena berbagai persoalan tata kelola migas.