NADIKABAR.COM β Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengajak gereja mendata anak-anak asli Papua yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya sebagai dasar pemberian bantuan pendidikan melalui pelayanan diakonia.
Filep di Manokwari, Papua Barat, Sabtu, menyatakan, pelayanan gereja tidak hanya terbatas pada bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi turut berkontribusi mendukung pemerintah daerah untuk memperbaiki mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
βPendataan juga menyasar anak yatim piatu serta generasi muda dengan kemampuan akademik yang baik tetapi kesulitan biaya pendidikan. Kalau kita bantu satu anak sekolah, kita sedang menyiapkan masa depan satu keluarga,β kata Filepnya.
Menurut dia, kedekatan gereja dengan kehidupan masyarakat memungkinkan lembaga keagamaan mengenali kebutuhan keluarga, sekaligus menjangkau anak-anak yang memerlukan dukungan pembiayaan sekolah maupun perguruan tinggi.