Hal itu sejalan dengan implementasi tanggung jawab moral dan sosial yang juga merupakan bagian dari pelayanan gereja, selain pembinaan terhadap kehidupan spiritual bagi seluruh jemaat di wilayah Papua Barat.
βPelayanan diakonia harus mampu menjawab persoalan pendidikan anak-anak kita,β ujarnya.
Filep menilai pembangunan sarana ibadah gereja perlu diimbangi dengan perhatian terhadap masa depan setiap jemaat, terutama keluarga miskin yang belum mampu memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak.
Pembangunan Papua harus mengutamakan kualitas hidup masyarakat melalui perluasan akses pendidikan, kesehatan dan layanan publik di daerah pedalaman serta wilayah konflik, sekaligus melibatkan lembaga keagamaan dalam mengatasi persoalan sosial.