NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta agar risiko terjadinya "bullying" atau perundungan di Sekolah Rakyat diantisipasi sejak dini, apalagi karena menerapkan sistem asrama.
"Saya kira ini (perundungan) tantangan semua sekolah, apalagi sekolah berasrama," kata anggota Komite III DPD RI Muhdi saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang, Senin.
Ia mengingatkan kepala sekolah untuk memaksimalkan perangkat CCTV untuk membantu melakukan pengawasan aktivitas siswa, terutama di jam-jam di luar pelajaran.
"Terutama, saya pesankan di jam-jam tidak belajar. Yaitu, pasti di antara belajar, sebelum dan sesudah. Karena kan waktunya sangat banyak, begitu luas seperti ini," katanya.
Menurut dia, sekolah berasrama memang memerlukan pengawasan yang lebih intens, sebab waktu interaksi antarsiswa menjadi lebih panjang selepas jam sekolah.