Menurut dia, kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam produksi hortikultura dari Temanggung dan Wonosobo serta padi dari Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo.
Ia menilai penguatan kawasan selatan semakin penting karena wilayah Pantai Utara (Pantura) Jateng menghadapi tekanan akibat perkembangan industri manufaktur.
Ia mengingatkan proyeksi akademik yang memperkirakan kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi nasional dapat turun dari sekitar 18 persen menjadi 5 persen dalam 20 tahun mendatang akibat berkurangnya kawasan penyangga pangan di wilayah utara.
"Oleh karena itu, kawasan selatan ini harus kita selamatkan dan pertahankan sebagai penyangga pangan," katanya.
Kholik mengatakan penguatan kawasan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan kolaborasi antardaerah untuk menjaga kesinambungan produksi serta mengantisipasi risiko gangguan rantai pasok pangan global akibat dinamika geopolitik.