NADIKABAR.COM — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memperketat pengawasan dan melarang wisatawan mendekati kawah menyusul erupsi Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim), sejak Kamis (5/11) kemarin. Pengunjung pun diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan, pembatasan jarak aman ini diberlakukan demi keselamatan para pengunjung dan masyarakat sekitar.
Penetapan batas aman tersebut mengacu pada rekomendasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Ada titik aman yang di dalam rekomendasi [PVMBG] jelas 1 km dari bibir kawah. Di lapangan secara fisik sudah ada tandanya. Pal-pal yang dipasang di lapangan itu tandanya," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha kepada awak media, Jumat (6/11).
Rudijanta menjelaskan, pengawasan di area batas aman diperketat ini telah dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dari kepolisian dan TNI sejak pagi tadi. Langkah ini dilakukan agar wisatawan tidak nekat melintasi penanda fisik di kawasan lautan pasir.