Novita mendorong penyelenggaraan FJTT dihubungkan dengan berbagai sektor, mulai dari destinasi wisata, kuliner, kriya, UMKM, akomodasi, transportasi hingga industri kreatif.
Ia mengatakan jaranan, khususnya Turonggo Yakso, dapat dikembangkan sebagai identitas khas Trenggalek dengan tetap menjaga akar tradisinya.
Ia menilai keberhasilan festival budaya tidak hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang diterima masyarakat sekitar.
Kehadiran wisatawan diharapkan meningkatkan transaksi UMKM, okupansi penginapan, aktivitas transportasi serta peluang ekonomi bagi seniman.