"Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut diharapkan memberikan efek positif terhadap pengentasan kemiskinan. Jangan sampai program yang anggarannya berasal dari pemerintah pusat tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," kata legislator yang akrab disapa Erma itu.

Dia mengatakan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026) dengan melibatkan Kementerian Perindustrian tersebut mencakup enam bidang keterampilan, yakni pembuatan suvenir berbahan kerang, ecoprint, pengolahan kopi, pembuatan pastri, bengkel las, dan bengkel sepeda motor.

Menurut dia, seluruh bidang tersebut memiliki peluang pasar karena produk maupun jasanya dibutuhkan masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat strategi pemasaran agar dapat bersaing.

Dia juga mengharapkan penguatan IKM dapat membuka alternatif pekerjaan bagi masyarakat, termasuk mengurangi keinginan warga untuk bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).