NADIKABAR.COM β Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Rivqy mendorong hal tersebut setelah Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari UEA.
βItu patut kita sambut positif. Namun, pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus cermat,β kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, dia meminta pemerintah untuk mengkaji mekanisme dan konsekuensi dari impor tersebut.