Selain itu, dia meminta agar pemerintah memastikan kualitas minyak, kapasitas pengolahan di dalam negeri, hingga pemanfaatannya.

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu menghitung ulang kebutuhan impor minyak, biaya pengadaan energi, beban subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi keuangan negara.

Menurut dia, prinsip kehati-hatian diperlukan sehingga dirinya meminta hal-hal tersebut agar dilakukan pemerintah terlebih dahulu.

β€œIntinya, kita terbuka terhadap bantuan dan kerja sama dari negara sahabat, tetapi kepentingan Indonesia harus menjadi prioritas. Pastikan tidak ada konsekuensi yang merugikan,” katanya.