NADIKABAR.COM — Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dan pencegahan influenza tipe A.
“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai gejala dan pencegahan influenza A," kata Neng Eem di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, edukasi publik yang cepat dapat membantu warga mengambil keputusan medis yang tepat. Ia juga menilai penyebaran informasi resmi yang akurat dan penting untuk mencegah kesimpangsiuran di masyarakat.
Hal itu dia sampaikan menyusul meluasnya sebaran kasus influenza tipe A.
Berikutnya, Neng Eem mengimbau publik untuk tidak panik dan menyarankan masyarakat mengenali gejala klinis umum seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, hingga sesak napas.
Ia juga meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kembali digalakkan untuk menekan laju penularan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Jika mengalami gejala berat atau kondisi memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ucapnya.Kemudian ia menyoroti kesiapan rumah sakit dan puskesmas. Menurutnya, fasilitas kesehatan itu bernilai vital guna mengantisipasi lonjakan pasien, khususnya kelompok rentan, seperti balita dan lanjut usia (lansia).
“Kondisi ini perlu direspons dengan memperkuat pelayanan kesehatan dan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien yang terinfeksi harus jadi prioritas,” ujar Neng Eem.
Ia mengingatkan pemerintah agar memperketat sistem surveilans, menjamin ketersediaan obat-obatan, serta mengoptimalkan kesiapan tenaga medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Penguatan deteksi dini, kata dia, diperlukan agar lonjakan pasien tidak sampai menimbulkan kegawatan atau membuat kapasitas rumah sakit kewalahan.
“Jangan sampai peningkatan kasus membuat fasilitas kesehatan kewalahan. Pemerintah harus memastikan kesiapan layanan kesehatan mulai dari tingkat pertama hingga rumah sakit dalam melakukan deteksi dan penanganan pasien,” katanya.