NADIKABAR.COM — Anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady meminta pemerintah mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di setiap daerah sebagai langkah mengantisipasi meluasnya krisis air bersih akibat kemarau panjang.

"Tahun ini sampai tahun depan itu kita programkan (pembangunan SPAM) banyak. Nah, itu semua untuk mengantisipasi air minum dan air bersih," katanya dikutip di Jakarta, Jumat.

Krisis air bersih berpotensi terjadi akibat kemarau panjang yang dipicu El Nino melanda sejumlah daerah di Indonesia. Sebagian wilayah bahkan berpotensi mengalami intrusi air laut yang menyebabkan sumber air baku menjadi tercemar air asin

Ia menilai pembangunan SPAM mendesak dilakukan karena sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 73 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dengan puncak pada Juli hingga September. Selain itu, 25 provinsi dilaporkan telah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 60 hari.

Ia menjelaskan SPAM dapat memanfaatkan sumber air dari sungai maupun air tanah sehingga pasokan air tetap dapat diperoleh ketika sumber air permukaan mengalami kekeringan.

"Kalau SPAM itu, airnya bisa bersumber dari sungai, bisa juga bersumber dari air tanah. Nah, apabila air sungai itu kering, otomatis bisa ambil dari air tanah," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan SPAM perlu diawali dengan analisis terhadap ketersediaan air tanah untuk memastikan sumber air yang dapat dimanfaatkan.

"Dalam membangun SPAM itu harus dianalisa dulu debet air yang bisa dibawa tanah dengan alat tersendiri," kata Hamka.

Selain mempercepat pembangunan SPAM, ia juga mendorong pembangunan jaringan irigasi air tanah di setiap kabupaten untuk mengantisipasi kekeringan pada aliran sungai untuk pengairan sawah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kemarau panjang memicu krisis air bersih yang meluas di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Pemalang dan Klaten di Jawa Tengah serta Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan berkurangnya curah hujan selama kemarau tahun ini yang sudah berlangsung akhir Juni itu, berdampak penurunan debit sumber air secara signifikan, hingga menyebabkan ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian di daerah tersebut.