NADIKABAR.COM — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta kepolisian memberikan pemulihan kepada ibu dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh seorang suami setelah kalah dalam permainan judi online (judol) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut dia, ibu dan anaknya itu membutuhkan pendampingan agar bisa pulih dari trauma dan kembali merasa aman.

Abdullah di Jakarta, Rabu, meminta polisi memastikan kondisi mental ibu dan anak yang menjadi korban mendapat perhatian agar bisa pulih dari trauma.

"Jadi, fokusnya bukan hanya menangani pelaku KDRT karena persoalan judi slot, tetapi juga melindungi ibu dan anaknya agar bisa pulih dari trauma dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman," kata Abdullah.

Dia juga menyoroti persoalan judol di Jawa Barat, yang berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menjadi salah satu provinsi dengan transaksi judol tertinggi di Indonesia dan berada di lima besar dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dampak judol tidak hanya berkaitan dengan kerugian ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan keluarga dan masa depan anak.

Untuk itu, Abdullah pun berharap ada solusi nyata dari pimpinan daerah Jawa Barat bersama pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan judol ini. Jangan sampai warga Jawa Barat menghadapi masalah judol ini sendirian.

"Lakukan mitigasi secara menyeluruh,” katanya.

Sebelumnya, akun Instagram @mompahh_ membagikan video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk hingga memecahkan cermin lemari hingga pecahan kaca itu mengenai anaknya yang masih balita.

Dalam unggahannya, pengguna akun itu juga menceritakan persoalan judi slot yang dialami suaminya.

Setelah video tersebut viral, pengguna akun itu mengaku merasa tertekan karena ada pihak-pihak yang menyudutkan dan menghakiminya, bahkan mendapat permintaan agar video tersebut dihapus.