NADIKABAR.COM — Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengemukakan penguatan pertahanan nasional menjadi salah satu agenda penting yang perlu terus ditingkatkan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming.

Menurut ia, salah satu capaian yang patut dicatat dalam sektor pertahanan adalah penambahan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) strategis yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penambahan alutsista strategis merupakan langkah penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan kita," kata Oleh Soleh dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Adapun sejumlah penguatan alutsista itu, di antaranya penerimaan enam pesawat tempur Rafale, satu pesawat angkut A400M, empat pesawat Falcon 8X, serta radar GCI GM403 beserta persenjataan terkait. Sejumlah alutsista itu diterima pemerintah pada Mei 2026.

Di matra laut, menurut dia, KRI Brawijaya-320 tiba di Indonesia pada September 2025, disusul KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026.

TNI Angkatan Laut juga menerima KRI Belati-622, kapal cepat rudal yang diproduksi industri dalam negeri, pada Oktober 2025.