Selain itu, ia mengingatkan dirut yang baru bahwa pekerjaan rumah Garuda masih cukup besar dalam kinerja keuangan, seperti catatan kerugian 113 juta dolar Amerika Serikat pada semester I tahun 2026 hingga harga avtur yang melonjak secara tahunan.
Dengan demikian, dirut yang baru harus mengoptimalkan aset, memperkuat efisiensi, dan memastikan setiap keputusan bisnis berdampak terhadap perbaikan kinerja perusahaan.
Di sisi lain, ia mengingatkan dirut yang baru untuk meninjau ulang kebijakan terkait bagasi yang dinilai membebani penumpang.
"Ini menjadi bahan evaluasi bahwa kebijakan komersial harus mempertimbangkan kenyamanan dan kepentingan konsumen," katanya.