NADIKABAR.COM — Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyalurkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem.

Rajiv mengatakan dirinya telah mengirimkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kepedulian lintas daerah menjadi cerminan semangat persatuan Sumpah Pemuda, bahwa perjuangan untuk masyarakat dapat dilakukan tanpa mengenal batas daerah.

"Kami telah mengirimkan bantuan untuk warga terdampak karhutla di Kalimantan Tengah, daerah pemilihan rekan saya Anggota DPR RI Fraksi NasDem Andina Narang yang juga hadir di GOR Indoor Si Jalak Harupat. Kepedulian lintas daerah ini cerminan semangat Sumpah Pemuda. Perjuangan untuk rakyat tak mengenal sekat wilayah," ujar Rajiv dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Rajiv berharap bantuan senilai Rp 100 juta tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung karhutla. Ia menilai, karhutla tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, perekonomian, hingga aktivitas sehari-hari warga.

"Bantuan ini memang tidak seberapa dibandingkan beban yang dipikul saudara-saudara kita di Kalimantan Tengah. Tapi kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada kepedulian dari Jawa Barat, ada kepedulian dari keluarga besar NasDem untuk mereka," katanya.

Rajiv menyebut aksi kepedulian tersebut sejalan dengan nilai persatuan dalam peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pemuda pada tahun 1928 menjadi bukti bahwa perbedaan daerah, suku, dan bahasa bukan penghalang untuk bersatu demi mewujudkan cita-cita bersama.

"Pemuda tahun 1928 datang dari berbagai daerah, tapi mereka bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan. Semangat itu harus kita hidupkan hari ini dalam bentuk yang nyata. Ketika saudara kita di Kalimantan Tengah sedang kesulitan, maka kita di Jawa Barat juga ikut merasakan," paparnya.

Rajiv menambahkan, momentum menjelang HUT ke-15 Partai NasDem menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus mengedepankan aksi kemanusiaan dan hadir memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Lima belas tahun NasDem harus dimaknai dengan kerja nyata. Partai ini lahir untuk melayani rakyat, dan pelayanan itu tidak mengenal batas daerah pemilihan. Di mana pun rakyat membutuhkan, di situ kader NasDem harus hadir," ujarnya.

Rajiv mengatakan warga yang tinggal di sekitar titik api menghadapi ancaman serius, terutama akibat paparan kabut asap yang berkepanjangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi pihak paling berisiko mengalami gangguan pernapasan.

"Kabut asap itu bukan sekadar soal jarak pandang. Itu soal anak-anak yang terganggu sekolahnya, orang tua yang sesak napas, petani dan pekerja yang kehilangan penghasilan. Karena itu, bantuan ini kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang paling mendesak bagi warga," tuturnya.

Rajiv menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Saya percaya kepada Mbak Andina karena beliau yang paling memahami kondisi di lapangan dan kebutuhan warganya. Kolaborasi seperti inilah yang ingin kami tunjukkan, bahwa wakil rakyat dari daerah mana pun bisa saling bergandengan tangan untuk rakyat," imbuhnya.

Rajiv turut mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menangani karhutla secara serius dan berkelanjutan.

Rajiv menilai karhutla merupakan persoalan yang terus berulang sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya reaktif saat api sudah membesar, tetapi juga pencegahan sejak dini.

"Karhutla ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat harus bergotong royong. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas," pungkasnya.