Ia menyebut produksi narkotika dalam jumlah besar memengaruhi kebutuhan rehabilitasi. Ia mengatakan pengungkapan laboratorium ini mampu menekan pengeluaran negara mencapai Rp 120 triliun, dengan asumsi Rp 20 juta per orangnya untuk rehabilitasi.

"Yang berikut jika jumlah tersebut dikalkulasikan untuk memenuhi kebutuhan biaya rehabilitasi ya, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai Rp 120 trilun dengan asumsi Rp 20 juta per orang untuk masa rehabilitasi selama 6 bulan," ungkap dia.

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk jajaran Polri, BNN hingga Bea Cukai. Suyudi mengatakan ancaman narkotika nyata adanya di masyarakat.

"Nah, angka-angka fantastis tersebut membuktikan bahwa ancaman narkotika sangatlah nyata sehingga kolaborasi antara seluruh lapisan elemen masyarakat merupakan benteng pertahanan kita yang paling Utama," ucap dia.