Peron 5 juga terlihat lebih padat karena penumpang yang turun dari KRL harus antre lebih panjang akibat satu eskalator mati. Penumpang yang hendak naik ke hall untuk transit ke arah Tanah Abang atau keluar Stasiun Duri harus bergantian naik satu eskalator.
"Karena akses di Duri kan cuma ada dua ya, akses tangga ini sama eskalator. Kalau untuk lift kan untuk prioritas," katanya.
Ibnu berharap eskalator yang rusak segera bisa beroperasi lagi. Dia mengaku harus mengatur ulang waktu perjalanannya karena antrean di Stasiun Duri lebih panjang.
"Yang biasanya kita bisa kejar di jam sekian, jadi mundur satu jadwal. Karena harus antre lebih panjang lagi. Terus udara di atas juga ketika ramai itu agak sesak. Karena padat, lebih padat sama pengunjung, sama pelanggan di sini," kata Ibnu.