NADIKABAR.COM — Ratusan ribu pengunjuk rasa diperkirakan akan turun kembali ke jalan di berbagai kota di Prancis. Prancis mengerahkan 70 ribu personel kepolisian untuk mencegah kerusuhan Oktober terulang.

Dilansir Reuters, Kamis (5/11/2026), selain demonstrasi, para pekerja sektor publik juga akan melakukan pemogokan pada hari Kamis (5/11). Aksi ini menjadi ujian baru bagi Presiden Emmanuel Macron setelah berminggu-minggu terjadi pergolakan yang mengguncang pemerintahannya.

Mobilisasi massa yang diserukan oleh serikat pekerja-termasuk serikat buruh sayap kiri CGT-serta didukung oleh kelompok mahasiswa ini. Gerakan ini muncul setelah serangkaian demonstrasi terkait biaya hidup, layanan publik, dan pendidikan memicu kerusuhan sipil terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

"Kita harus hadir dalam jumlah besar di jalanan hari ini," ujar pemimpin CGT, Sophie Binet, kepada saluran televisi LCI.

Pihak berwenang berupaya meredakan ketegangan setelah kerusuhan dan penjarahan pada 17 Oktober lalu-yang sempat mengejutkan aparat keamanan-menyebabkan kerusakan pada berbagai toko dan bangunan umum di seluruh negeri, sekaligus memicu kritik terhadap cara Macron menangani krisis tersebut.