"Kami berupaya untuk terus melakukan mobilisasi semaksimal mungkin. Beberapa orang tidak ikut karena merasa takut. Banyak orang takut akan kekerasan oleh polisi," ujar Irma de Banville, seorang pelajar berusia 19 tahun di Paris.

Pemerintah Prancis membela strategi yang digunakan kepolisian. Pemerintah menyatakan bahwa setiap bentuk penyalahgunaan wewenang akan diselidiki.

Menjelang aksi protes tersebut, Macron mengadakan rapat pertahanan dan keamanan pada hari Rabu (4/11). Hal ini menggarisbawahi bagaimana gerakan yang bermula dari kemarahan pelajar-akibat memburuknya kondisi sekolah dan kekhawatiran mengenai peluang bagi kaum muda-telah berkembang menjadi tantangan yang lebih luas terhadap pemerintahannya.

Aksi protes nasional pada hari Sabtu lalu secara umum berlangsung damai, meski sempat terjadi beberapa bentrokan di pinggiran lokasi unjuk rasa. Meski demikian, suasana politik tetap tegang.