"Kita minta sosialisasi (penerapan ganjil genap) dulu karena kita tidak berani. Pasti akan ada gesekan, minimal ada petugas Dishub, petugas kepolisian dan TNI untuk menjaga," kata Ibrahim.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui lebih dulu mekanisme pembatasan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman saat kebijakan mulai diberlakukan. Dia berkaca pada pengalaman sebelumnya ketika pembelian solar bagi kendaraan truk dibatasi.
"Kalau tidak ada sosialisasi dan diterapkan, pasti marah-marah warga. Kemarin saja, kan dulunya mobil besar seperti truk yang dibatasi 70 liter, itu banyak yang protes," ujarnya.
Ibrahim mengatakan kuota Pertalite yang diterima SPBU Sawitto saat ini sekitar 16 kiloliter dan relatif masih mencukupi kebutuhan. Namun, dia mengakui tetap ada kendala terutama ketika antrean kendaraan memanjang.
"Kalau jatah kami itu 16 kiloliter terus. Itu ji biasa ada kendala kalau antrean panjang," ungkapnya.
Dia menilai kondisi antrean BBM di Pinrang belum separah di Makassar dan pihaknya berupaya mengatur kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Petugas akan dikerahkan apabila antrean mulai memanjang, khususnya kendaraan yang menunggu hingga menggunakan bahu jalan.