"Pinrang belum separah Makassar. Kalau panjang lagi antreannya, kami gerakkan lagi anggota atur antrean, terutama yang di bahu jalan," jelas Ibrahim.

Terkait penggunaan nozzle, Ibrahim mengatakan pihaknya menyesuaikan dengan kondisi antrean dan jumlah kendaraan yang datang. Jika antrean kendaraan truk cukup banyak, seluruh nozzle dapat difungsikan untuk mempercepat pelayanan.

"Kalau misalnya masuk salat atau buang air, biasa satu saja (nozel untuk motor dibuka). Kadang juga kalau banyak mobil truk, itu bantu juga di sebelah, jadi lihat situasi lagi," katanya.

Dia menegaskan dua nozzle juga bisa diterapkan jika kondisi antrean membutuhkan pelayanan lebih cepat. Menurutnya, pengoperasian nozzle akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

"Kalau diterapkan dua nozzle bisa. Tadi pagi itu kami buka 2 nozzel untuk motor, kalau sekarang kita sesuaikan karena yang di truk lagi banyak masuk jadi dimaksimalkan untuk mengisi di truk," jelasnya.