NADIKABAR.COM — Antrean panjang truk yang hendak mengisi BBM jenis Solar memicu kemacetan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 16 truk tampak mengular hingga memakan sebagian badan jalan di sekitar kawasan SPBU.
Pantauan NadiKabar di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 2, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.30 Wita, deretan truk terparkir memanjang menanti giliran pengisian. Kondisi itu membuat arus lalu lintas dari arah Makassar menuju Sidrap maupun sebaliknya melambat.
Truk-truk itu berderet sepanjang kurang lebih 500 meter dari SPBU. Kemacetan diperparah dengan mobil yang mengantre BBM jenis pertalite hingga menutupi setengah badan jalan.
Kemacetan paling parah terjadi tepat di depan SPBU Jenderal Ahmad Yani. Saking macetnya, pihak SPBU tampak menyiagakan seorang petugas Marshal untuk mengatur antrean.
Salah seorang sopir truk asal Pinrang, Umar (38), mengaku sengaja ikut mengantre setelah mendapat informasi mengenai ketersediaan stok solar di SPBU tersebut. Dia menyebut antrean panjang seperti ini sudah menjadi pemandangan biasa di hampir semua SPBU.
"Antre Solar. Karena dapat info sudah ada stoknya di sini, jadi ikut antre. Biasanya antre bisa 1 sampai 2 jam," ujar Umar saat ditemui NadiKabar di lokasi.
Umar menjelaskan, kelangkaan solar sangat mengganggu pekerjaannya sebagai pengangkut logistik. Untuk mengantisipasi kelangkaan di jalan, ia memilih untuk mengisi tangki kendaraannya hingga penuh.
"Karena sekarang memang susah solar, semua SPBU rata-rata antre baru bisa dapat. Iya, saya isi full memang. Kalau tidak ada solar begini tidak bisa kita kerja, apalagi kalau saya lagi muat beras," ungkapnya.
Sopir truk lainnya, Aco, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia rela menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan demi mendapatkan pasokan bahan bakar agar armada operasionalnya tetap berjalan.
"Mau isi solar, Pak, di SPBU. Iya, harus antre panjang begini daripada tidak dapat. Biasa 1 jam baru giliran ta'. Iya, lama, karena terhalang pekerjaan, Pak, kalau tidak ada solar," tutur Aco.
Hingga berita ini diturunkan, antrean truk di Jalan Jenderal Ahmad Yani masih mengular. Antrean itu tampak mengganggu kelancaran pengendara lain yang melintas.