NADIKABAR.COM — Komunitas peneliti cagar budaya Vaivasvata mengungkapkan tradisi menampilkan kekayaan dan kekuasaan dari kalangan bangsawan Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), turut tercermin dari kemewahan prosesi pemakaman hingga bentuk nisan.

"Bangsawan atau keluarga kerajaan menunjukkan kekayaan mereka tidak hanya ketika hidup, tetapi juga ketika meninggal," ujar antropolog Gede Arsa dari Vaivasvata saat ditemui usai bedah kajian riset nisan-nisan kuno berhiasan di Mataram, NTB, Kamis.

Arsa mengatakan kalangan bangsawan Suku Sasak menunjukkan status sosial mereka melalui pakaian, perhiasan, dan berbagai atribut ketika masih hidup.

Identitas tersebut kemudian tetap ditampilkan melalui prosesi kematian yang panjang dan mewah serta penggunaan benda-benda pemakaman tertentu.

Kaum elit Sasak menggunakan Raja Kepe atau Gili Lebur berupa usungan jenazah bertingkat yang dipakai dalam prosesi pemakaman. Usungan itu mirip dengan bade di Bali.

Jenazah ditempatkan di dalam peti mati atau tabla saat prosesi pemakanan, kemudian diletakkan di atas usungan untuk diarak menuju tempat perabuan, seperti Lendang Pedem di Pujut.