"Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya agar mereka tidak takut bereksperimen dan berkolaborasi untuk melahirkan karya seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi serta menginspirasi masyarakat luas," kata Suteja.
Para siswa Klungkung diharapkan dapat berinovasi dengan tetap melestarikan seni tradisi. Menurut Suteja, regenerasi diperlukan agar keberadaan seni tradisi khas Klungkung tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Bupati Klungkung, I Made Satria, turut hadir membuka kegiatan tersebut. Menurut Satria, Pemkab Klungkung berkomitmen untuk memfasilitasi dan mengembangkan ekosistem kreatif anak muda di daerah itu agar mampu menghasilkan karya yang berdaya saing global tanpa mencabut akar budayanya.