NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan hingga saat ini belum ada etnis Rohingya yang dipulangkan dari Malaysia ke Myanmar.
"Dalam catatan kami, hingga saat ini, belum ada warga Rohingya yang dipulangkan," kata Anwar Ibrahim saat memberikan penjelasan kepada anggota dewan tentang pemulangan pengungsi Myanmar, di Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa.
Dalam waktu dekat, lanjut PM Anwar, Presiden Myanmar Min Aung Hlaing akan melakukan kunjungan resmi ke Malaysia.
Pada kesempatan itu, PM Anwar bersama menteri luar negeri Malaysia akan mengangkat isu pemulangan warga Myanmar, termasuk etnis Rohingya, agar dapat ditangani sebaik mungkin.
Dia menjelaskan terdapat sedikitnya 200.000 warga Myanmar di Malaysia. Sejak Januari 2026, sebanyak 10.000 di antaranya telah dipulangkan ke Myanmar.
"Sebagian dipulangkan atas inisiatif Pemerintah Myanmar sendiri dengan menggunakan pesawat; dan yang terakhir 1.400 (1.476) itu, dengan kapal Angkatan Laut Myanmar yang kami berikan akses. Jadi, total 10.000 telah dipulangkan," ujar Anwar.
Repatriasi pengungsi Myanmar dari Malaysia itu sempat menuai penyesalan dari kalangan internasional dan lembaga hak asasi manusia (HAM), karena menilai Myanmar belum aman bagi para pengungsi.
Namun, Pemerintah Malaysia menyatakan pemulangan itu telah sesuai dengan kesepakatan bersama Pemerintah Myanmar dan dilakukan tanpa paksaan, di mana para pengungsi juga menandatangani persetujuan pemulangan.
Secara terpisah, pihak Myanmar mengonfirmasi pemulangan terhadap 1.476 warganya dari Malaysia melalui jalur laut pada akhir September 2026 lalu merupakan repatriasi bagi warganya yang telah menyelesaikan masa hukuman akibat pelanggaran izin tinggal dan pelanggaran imigrasi lainnya di Malaysia.