NADIKABAR.COM — Partai Demokrat telah memenangkan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan sela AS. Berkat kemenangan itu, partai tersebut telah mengambil alih kendali Kongres selama sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.
Perubahan besar dalam lanskap politik ini menandai kemunduran besar bagi presiden.
Dia mengakui bahwa perang di Iran dan meningkatnya biaya hidup berkontribusi pada kekalahan banyak kandidat Partai Republik.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan: "Alasan kita kalah adalah perang."
Jurnalis BBC menjelaskan apa makna kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela bagi seluruh dunia, mulai dari konflik di Ukraina dan Timur Tengah hingga hubungan perdagangan dengan China.
Pemimpin tertinggi Iran belum terlihat di depan umum sejak sebelum ia terluka dalam serangan AS pada bulan Februari (AFP via Getty Images)
Ghoncheh Habibiazad, reporter senior BBC News berbahasa Farsi di London.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa mereka yang berpikir pergeseran politik AS akan membawa perubahan dalam "permusuhan AS terhadap Iran" adalah "sangat keliru".
Khamenei juga mengancam bahwa jika AS kembali menyerang Iran, respons Iran "akan meluas ke skala yang lebih besar lagi".
Mojtaba Khameneiyang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah ia tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februaribelum terlihat di depan umum selama berbulan-bulan.
Pernyataan Mojtaba berasal dari pesan tertulis setebal enam halaman yang dirilis pada Rabu (04/11), bertepatan dengan hari peringatan pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman bertemu dengan Trump (Getty Images)
Frank Gardner, Koresponden Keamanan BBC
Secara teori, kekalahan Partai Republik pimpinan Donald Trump mungkin akan dianggap sebagai kemunduran bagi negara-negara Arab Teluk.
Presiden Trump dan keluarganya memiliki hubungan pribadi serta bisnis yang erat dengan negara-negara tersebut.
Di Dubai terdapat lapangan golf Trump International, kemudian Qatar menghadiahkan pesawat senilai US$400 juta kepadanya.
Adapun Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Arab Saudi secara kolektif telah menginvestasikan miliaran dolar di perusahaan menantu Donald Trump, Jared Kushner, yaitu Affinity Capital.
Trump juga memilih Riyadh sebagai tujuan luar negeri pertamanya pada masa jabatan presiden pertamanya pada 2017.
Hubungan Arab Saudi dengan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sangat tegang.
Para pemimpin Teluk juga memiliki keraguan yang besar terhadap Presiden Obama setelah ia gagal menghukum Presiden Suriah Bashar Al-Assad karena menggunakan gas beracun.