Namun, perang Iran tahun ini telah mengubah cara orang berpikir tentang Trump.

Seperti yang dikatakan seorang komentator pada 28 Februari lalu bahwa, "Presiden Trump telah membakar Teluk"

Kemudian masih ada kekhawatiran bahwa Trump dapat menyulut kembali perang tersebut lalu memancing Iran untuk menghancurkan infrastruktur nasional mereka yang sangat penting.

Para pendukung calon senator dari Partai Demokrat, James Talarico, bersorak gembira saat menyaksikan hasil pemilihan di sebuah pesta di Texas (Getty Images)

Rebecka Pieder, reporter BBC di Washington DC

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan kekalahan telak Partai Republik dalam pemilihan umum disebabkan oleh keputusan untuk perang dengan Iran.

Perang tersebut telah menyebabkan peningkatan tajam biaya bagi warga Amerika, terutama pada harga bensin.

Saat berkampanye untuk masa jabatan kedua pada tahun 2024, Trump berjanji untuk menurunkan harga bensin di bawah US$2 per galon. Harga rata-rata pada Oktober adalah US$4,31 per galon.

Trump juga berjanji tidak akan ada perang baru jika ia kembali ke Gedung Putih. Namun sehari sebelum pemilihan sela, AS melancarkan serangan baru ke sebuah pulau di Iran dan Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak menyesal telah memulai perang tersebut.

Sebagai reaksi terhadap hasil pemilihan sela, kepala negosiator Iran dalam pembicaraan dengan AS mengatakan bahwa rakyat Amerika telah "mengatakan TIDAK PADA PERANG."

Namun Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia tidak mengharapkan kebijakan AS berubah setelah hasil pemilu itu.

Berbicara kepada mitra berita BBC di AS, CBS News, Trump mengatakan konflik tersebut akan berakhir "ketika saya mengatakan itu berakhir".

Presiden China, Xi Jinping, akan mencari peluang untuk melakukan kesepakatan perdagangan yang lebih baik dengan AS (AFP via Getty Images)

Laura Bicker, Koresponden BBC di China

China akan melihat sebuah peluang saat mereka menyaksikan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.

Trump memberlakukan tarif pada barang-barang China yang masuk ke AS guna melindungi produsen Amerika dari produk-produk murah asal China.

Namun rencananya menjadi bumerang ketika Xi membalas dengan tarif besar-besaran. Hal ini menyebabkan banyak barang menjadi lebih mahal bagi warga Amerika, termasuk barang-barang keluarga, seperti mainan dan pakaian.

China juga berhenti membeli produk pertanian AS, yang merugikan petani di negara bagian pendukung Trump.

Perang dagang itu berakhir dengan gencatan senjata yang akan berakhir pada Januari mendatang. China mungkin merasa Trump menyadari kesalahannya setelah pemilihan sela dan berupaya membuat kesepakatan.