Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pes pneumonik memiliki masa inkubasi yang sangat singkat, bahkan terkadang hanya 24 jam.
Para ahli memperingatkan, jika tidak segera didiagnosis dan diobati, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal.
Namun, pes dapat diobati secara efektif dengan antibiotik apabila pengobatan dimulai sejak dini.
Dr Malick Gibani, profesor madya klinis bidang vaksinologi bakteri di Imperial College London, mengatakan infeksi ini secara luas dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
"Pes pneumonik adalah bentuk penyakit pes yang sangat parah," katanya.
"Sejumlah buku teks menyebut tingkat kematiannya mencapai 100% jika tidak diobati, meskipun sulit mendapatkan angka yang akurat pada masa sekarang.
"Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik, terutama jika pengobatan dimulai sejak dini.
"Itulah sebabnya orang yang berpotensi mengalami paparan berisiko tinggi dapat diberi antibiotik sebagai pencegahan setelah terpapar dan/atau menjalani karantina."
Dalam kasus di Rusia, masih belum jelas apakah orang yang meninggal tersebut terinfeksi pes pneumonik.
Pihak berwenang Rusia mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan "tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional pasien".
Karena itu, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mencermati kasus tersebut "dengan sangat serius", sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan "tidak ada indikasi ancaman yang lebih luas terhadap Amerika Serikat".
Otoritas Kesehatan dan Keselamatan Inggris mengatakan pihaknya tengah mencari informasi lebih lanjut, tetapi risiko terhadap masyarakat Inggris dinilai "sangat rendah".